Perhiasan Terindah

Rasulullah bersabda, “Dunia adalah perhiasan, sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita salehah.” (HR. Muslim).Demikianlah pujian yang keluar dari mulut Rasulullah SAW tentang wanita yang salehah. Perhiasan adalah barang yang tidak saja indah dipandang mata, tapi juga amat berharga, yang tidak semua orang bisa memilikinya. Benda berharga itu tidak saja paling indah, tapi juga paling baik. Jika emas ia paling murni, jika berlian ia memiliki karat yang paling besar. Tak heran bila semua orang ingin memilikinya.Rasulullah menyatakan bahwa istri salehah adalah nikmat terbaik yang diberikan Allah swt. Rasulullah saw. bersabda “Barang siapa diberi rezeki oleh Allah berupa istri salehah, sungguh Allah telah menolongnya atas setengah agamanya. Maka bertakwalah, pada setengahnya lagi.”
Ketika para sahabat bertanya tentang simpanan yang paling mulia Nabi saw. menjawab: “Simpanan terbaik seseorang adalah lisan selalu berzikir, hati yang bersyukur, dan istri yang salehah: jika memandangnya menggembirakan dan jika memerintahkannya mentaati.”
MUDAH DIKENALI
Al-Qur’an menggambarkan wanitasalehah dalam surat An-Nur, ayat 31: “Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasanna, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasannya, kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka…”
Wanita salehah begitu mudah dikenali, ia mengikuti perintah agama dengan menghijab diri mereka. Dalam pergaulan ia mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengungkapkan, “make-up wanita salehah dalah basuhan air wudhu, lipstiknya adalah zikir kepada Allah swt. Dan celak matanya adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an.” Subhanallah, mereka selalu menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan.
CIRI KEPRIBADIAN WANITA SALEHAH YANG BISA KITA KENALI:
A. Perkataan, pikiran dan tindakannya selalu positif.
Ia tidak menyia-nyiakan waktu untuk berkata-kata yang tidak bermanfaat. Tidak ada dalam sejarahnya, wanirta ini berkata ketus dan pedas yang memerahkan telinga siapapun yang mendengarnya. Sebaliknya, ia tidak banyak berkata-kata kecuali untuk kebaikan. Kata – katanya yang positif merupakan cerminan dari apa yang
B. Murah Senyum
Bagi wanita salehah, senyum adalah sedekah. Namun senyumnya tetap proposional. Tidak setiap laki – laki yang dijumpainya diberikan senyum manis. Senyumnya ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
C. Menjaga Akhlak
Wanita salehah pandai bergaul namun tidak larut dalam pergaulan yang melenakan. Kemampuannya sangat kuat untuk menjaga rasa malu. Ia mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang ditemuinya. Ia selalu yakin bahwa yang patut ia jaga adalah kekuatan hubungannya dengan Allah, karena jika keterikatan itu semakin kuat akan membuahkan kebaikan bagi dirinya dan orang lain.
D. Menghindari Fitnah
Wanita salehah menyadari kecantikkan bisa menimbulkan fitnah. Kecantikkan suatu saat bisa menjadi anugrah, tapi jika tidak hati – hati, kecantikkan juga bisa menjadi sumber msalah yang akan menyulitkan bagi pemiliknya. Kerena itu, prinsipnya adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
E. Tidak berputus asa
Jika tidak cantik, atau memiliki keterbatasan fisik, wanita salehah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia menyadari bahwa rasa kecewa atau sakit hati adalah begian dari kufur nikmat. Ia tidak akan merasa minder dengan keadaan dirinya. Ia tidak pernah berputus asa atas rahmat Allah. Keyakinannya begitu kuat bahwa segala sesuatu yang dimiliki atau didapatinya adalah ketentuan Allah yang baik untuk dirinya. Karenanya, ia selalu memaksimalkan diri dalam ikhtiar dan bekerja keras dalam menjalankan ibadah.
F. Mendahulukan orang lain
Bila menjadi seorang istri, wanita salehah sangat pandai membangkitkan selera suaminya, dan mendahulkan kepentingan suaminya. Ia belum tidur sebelum suaminya tidur. Bila ia berada dalam lingkungan social, ia selalu mendahulukan kepentingan orang lain disbandingkan dirinya.